Jumat, 30 Maret 2012

Mengenal Manajemen Dari Dekat


Kata Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal.
Menurut Mary Parker Follet,  manajemen adalah seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.
Menurut RickyW. Griffin  manajemen adalah sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.

SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU MANAJEMEN
Banyak kesulitan yang terjadi dalam melacak sejarah manajemen. Namun diketahui bahwa ilmu manajemen telah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Hal ini dibuktikan dengan adanya piramida di Mesir Piramida tersebut dibangun oleh lebih dari 100.000 orang selama 20 tahun. Piramida Giza tak akan berhasil dibangun jika tidak ada seseorang—tanpa memedulikan apa sebutan untuk manajer ketika itu—yang merencanakan apa yang harus dilakukan, mengorganisir manusia serta bahan bakunya, memimpin dan mengarahkan para pekerja, dan menegakkan pengendalian tertentu guna menjamin bahwa segala sesuatunya dikerjakan sesuai rencana.
Praktik-praktik manajemen lainnya dapat disaksikan selama tahun 1400-an di kota Venesia, Italia, yang ketika itu menjadi pusat perekonomian dan perdagangan di sana. Penduduk Venesia mengembangkan bentuk awal perusahaan bisnis dan melakukan banyak kegiatan yang lazim terjadi di organisasi modern saat ini. Sebagai contoh, di gudang senjata Venesia, kapal perang diluncurkan sepanjang kanal dan pada tiap-tiap perhentian, bahan baku dan tali layar ditambahkan ke kapal tersebut. Hal ini mirip dengan model lini perakitan (assembly line) yang dikembangkan oleh Henry Ford untuk merakit mobil-mobilnya. Selain lini perakitan tersebut, orang Venesia memiliki sistem penyimpanan dan pergudangan untuk memantau isinya, manajemen sumber daya manusia untuk mengelola angkatan kerja, dan sistem akuntansi untuk melacak pendapatan dan biaya.
Daniel Wren membagi evolusi pemikiran manajemen dalam empat fase, yaitu pemikiran awal, era manajemen sains, era manusia sosial, dan era modern.

CABANG DARI ILMU MANAJEMEN
A. Manajemen Risiko
Manajemen risiko adalah suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: Penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasirisiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan risiko kepada pihak lain, menghindari risiko, mengurangi efek negatif risiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu. Manajemen risiko tradisional terfokus pada risiko-risiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal (seperti bencana alam atau kebakaran, kematian, serta tuntutan hukum. Manajemen risiko keuangan, di sisi lain, terfokus pada risiko yang dapat dikelola dengan menggunakan instrumen-instrumen keuangan.
Sasaran dari pelaksanaan manajemen risiko adalah untuk mengurangi risiko yang berbeda-beda yang berkaitan dengan bidang yang telah dipilih pada tingkat yang dapat diterima oleh masyarakat. Hal ini dapat berupa berbagai jenis ancaman yang disebabkan oleh lingkungan, teknologi, manusia, organisasi dan politik. Di sisi lain pelaksanaan manajemen risiko melibatkan segala cara yang tersedia bagi manusia, khususnya, bagi entitas manajemen risiko (manusia, staff, dan organisasi).

B. Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan.
Manajemen keuangan berhubungan dengan 3 aktivitas, yaitu :
·         Aktivitas penggunaan dana, yaitu aktivitas untuk menginvestasikan dana pada berbagai aktiva.
·         Aktivitas perolehan dana, yaitu aktivitas untuk mendapatkan sumber dana, baik dari sumber dana internal maupun sumber dana eksternal perusahaan.
·         Aktivitas pengelolaan aktiva, yaitu setelah dana diperoleh dan dialokasikan dalam bentuk aktiva, dana harus dikelola seefisien mungkin.

Fungsi Manajemen :
·         Perencanaan Keuangan, membuat rencana pemasukan dan pengeluaraan serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu.
·         Penganggaran Keuangan, tindak lanjut dari perencanaan keuangan dengan membuat detail pengeluaran dan pemasukan.
·         Pengelolaan Keuangan, menggunakan dana perusahaan untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara.
·         Pencarian Keuangan, mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk operasional kegiatan perusahaan.
·         Penyimpanan Keuangan, mengumpulkan dana perusahaan serta menyimpan dan mengamankan dana tersebut.
·         Pengendalian Keuangan, melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan pada perusahaan.
·         Pemeriksaan Keuangan, melakukan audit internal atas keuangan perusahaan yang ada agar tidak terjadi penyimpangan.
·         Pelaporan keuangan, penyediaan informasi tentang kondisi keuangan perusahaan sekaligus sebagai bahan evaluasi
·         Melakukan pengawasan atas biaya
·         Menetapkan kebijaksanaan harga
·         Meramalkan laba yang akan datang
·         Mengukur atau menjajaki biaya modal kerja

C. Manajemen Pemasaran
Manajemen Pemasaran adalah salah satu kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan perusahaannya, untuk berkembang, dan untuk mendapatkan laba. Proses pemasaranitu dimulai jauh sejak sebelum barang-barang diproduksi, dan tidak berakhir dengan penjualan. Kegiatan pemasaran perusahaan harus juga memberikan kepuasan kepada konsumen jika menginginkan usahanya berjalan terus, atau konsumen mempunyai pandangan yang lebih baik terhadap perusahaan (Dharmmesta & Handoko, 1982).
Secara definisi, Manajemen Pemasaran adalah penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program-program yang bertujuan menimbulkan pertukaran dengan pasar yang dituju dengan maksud untuk mencapai tujuan perusahaan (Kotler, 1980).
Perusahaan yang sudah mulai mengenal bahwa pemasaran merupakan faktor penting untuk mencapai sukses usahanya, akan mengetahui adanya cara dan falsafah baru yang terlibat di dalamnya. Cara dan falsafah baru ini disebut "Konsep Pemasaran".

D. Manajemen Sumber Daya Manusia
Manajemen sumber daya manusia, disingkat MSDM, adalah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan (goal) bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat menjadi maksimal. MSDM didasari pada suatu konsep bahwa setiap karyawan adalah manusia - bukan mesin - dan bukan semata menjadi sumber daya bisnis. Kajian MSDM menggabungkan beberapa bidang ilmu seperti psikologi,sosiologi, dll.
Unsur MSDM adalah manusia.
Manajemen sumber daya manusia juga menyangkut desain dan implementasi sistem perencanaan, penyusunan karyawan, pengembangan karyawan, pengelolaan karier, evaluasi kinerja, kompensasi karyawan dan hubungan ketenagakerjaan yang baik. Manajemen sumber daya manusia melibatkan semua keputusan dan praktik manajemen yang memengaruhi secara langsung sumber daya manusianya.
Peranan karyawan bagi sebuah perusahan berupa keterlibatan mereka dalam sebuah perencanaan, sistem, proses dan tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan. Berbicara mengenai peranan tenaga kerja, harus dibedakan antara mereka yang memiliki pekerjaan dan mereka yang bekerja. R.Kyosaki menyebutnya dalam empat tingkatan (quadrant) yaitu self employed, employe, pebisnis dan investor. Karyawan adalah mereka yang bekerja pada orang lain dengan menjual jasa mereka; waktu, tenaga dan pikiran untuk perusahan dan mendapat kopensasi dari perusahan tersebut. Namun berbicara mengenai tenaga kerja ini masih umum. Karena ada yang tidak bekerja, yang bekerja (pada orang lain/negara/swasta) dan mereka yang bekerja sendiri.
Dalam MSDM yang ingin ditelaah adalah karyawan (mereka yang menjual jasa-pikiran, tenaga dan waktu- kepada orang lain atau perusahaan. Disini terjadi sebuah ikatan atau kontrak mengenai hak dan kewajiban masing-masing.

Mengenal Lebih Dekat Manajemen



Kata Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal.
Menurut Mary Parker Follet,  manajemen adalah seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.
Menurut RickyW. Griffin  manajemen adalah sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.

SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU MANAJEMEN
Banyak kesulitan yang terjadi dalam melacak sejarah manajemen. Namun diketahui bahwa ilmu manajemen telah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Hal ini dibuktikan dengan adanya piramida di Mesir Piramida tersebut dibangun oleh lebih dari 100.000 orang selama 20 tahun. Piramida Giza tak akan berhasil dibangun jika tidak ada seseorang—tanpa memedulikan apa sebutan untuk manajer ketika itu—yang merencanakan apa yang harus dilakukan, mengorganisir manusia serta bahan bakunya, memimpin dan mengarahkan para pekerja, dan menegakkan pengendalian tertentu guna menjamin bahwa segala sesuatunya dikerjakan sesuai rencana.

CABANG DARI ILMU MANAJEMEN
A. Manajemen Risiko
Manajemen risiko adalah suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: Penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasirisiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan risiko kepada pihak lain, menghindari risiko, mengurangi efek negatif risiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu. Manajemen risiko tradisional terfokus pada risiko-risiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal (seperti bencana alam atau kebakaran, kematian, serta tuntutan hukum. Manajemen risiko keuangan, di sisi lain, terfokus pada risiko yang dapat dikelola dengan menggunakan instrumen-instrumen keuangan.
Sasaran dari pelaksanaan manajemen risiko adalah untuk mengurangi risiko yang berbeda-beda yang berkaitan dengan bidang yang telah dipilih pada tingkat yang dapat diterima oleh masyarakat. Hal ini dapat berupa berbagai jenis ancaman yang disebabkan oleh lingkungan, teknologi, manusia, organisasi dan politik. Di sisi lain pelaksanaan manajemen risiko melibatkan segala cara yang tersedia bagi manusia, khususnya, bagi entitas manajemen risiko (manusia, staff, dan organisasi).

B. Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan.
Manajemen keuangan berhubungan dengan 3 aktivitas, yaitu :
·        Aktivitas penggunaan dana, yaitu aktivitas untuk menginvestasikan dana pada berbagai aktiva.
·        Aktivitas perolehan dana, yaitu aktivitas untuk mendapatkan sumber dana, baik dari sumber dana internal maupun sumber dana eksternal perusahaan.
·        Aktivitas pengelolaan aktiva, yaitu setelah dana diperoleh dan dialokasikan dalam bentuk aktiva, dana harus dikelola seefisien mungkin.

Fungsi Manajemen :
·        Perencanaan Keuangan, membuat rencana pemasukan dan pengeluaraan serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu.
·        Penganggaran Keuangan, tindak lanjut dari perencanaan keuangan dengan membuat detail pengeluaran dan pemasukan.
·        Pengelolaan Keuangan, menggunakan dana perusahaan untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara.
·        Pencarian Keuangan, mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk operasional kegiatan perusahaan.
·        Penyimpanan Keuangan, mengumpulkan dana perusahaan serta menyimpan dan mengamankan dana tersebut.
·        Pengendalian Keuangan, melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan pada perusahaan.
·        Pemeriksaan Keuangan, melakukan audit internal atas keuangan perusahaan yang ada agar tidak terjadi penyimpangan.
·        Pelaporan keuangan, penyediaan informasi tentang kondisi keuangan perusahaan sekaligus sebagai bahan evaluasi
·        Melakukan pengawasan atas biaya
·        Menetapkan kebijaksanaan harga
·        Meramalkan laba yang akan datang
·        Mengukur atau menjajaki biaya modal kerja

C. Manajemen Pemasaran
Manajemen Pemasaran adalah salah satu kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan perusahaannya, untuk berkembang, dan untuk mendapatkan laba. Proses pemasaranitu dimulai jauh sejak sebelum barang-barang diproduksi, dan tidak berakhir dengan penjualan. Kegiatan pemasaran perusahaan harus juga memberikan kepuasan kepada konsumen jika menginginkan usahanya berjalan terus, atau konsumen mempunyai pandangan yang lebih baik terhadap perusahaan (Dharmmesta & Handoko, 1982).
Secara definisi, Manajemen Pemasaran adalah penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program-program yang bertujuan menimbulkan pertukaran dengan pasar yang dituju dengan maksud untuk mencapai tujuan perusahaan (Kotler, 1980).
Perusahaan yang sudah mulai mengenal bahwa pemasaran merupakan faktor penting untuk mencapai sukses usahanya, akan mengetahui adanya cara dan falsafah baru yang terlibat di dalamnya. Cara dan falsafah baru ini disebut "Konsep Pemasaran".

D. Manajemen Sumber Daya Manusia
Manajemen sumber daya manusia, disingkat MSDM, adalah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan (goal) bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat menjadi maksimal. MSDM didasari pada suatu konsep bahwa setiap karyawan adalah manusia - bukan mesin - dan bukan semata menjadi sumber daya bisnis. Kajian MSDM menggabungkan beberapa bidang ilmu seperti psikologi,sosiologi, dll.
Unsur MSDM adalah manusia.
Manajemen sumber daya manusia juga menyangkut desain dan implementasi sistem perencanaan, penyusunan karyawan, pengembangan karyawan, pengelolaan karier, evaluasi kinerja, kompensasi karyawan dan hubungan ketenagakerjaan yang baik. Manajemen sumber daya manusia melibatkan semua keputusan dan praktik manajemen yang memengaruhi secara langsung sumber daya manusianya.
Peranan karyawan bagi sebuah perusahan berupa keterlibatan mereka dalam sebuah perencanaan, sistem, proses dan tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan. Berbicara mengenai peranan tenaga kerja, harus dibedakan antara mereka yang memiliki pekerjaan dan mereka yang bekerja. R.Kyosaki menyebutnya dalam empat tingkatan (quadrant) yaitu self employed, employe, pebisnis dan investor. Karyawan adalah mereka yang bekerja pada orang lain dengan menjual jasa mereka; waktu, tenaga dan pikiran untuk perusahan dan mendapat kopensasi dari perusahan tersebut. Namun berbicara mengenai tenaga kerja ini masih umum. Karena ada yang tidak bekerja, yang bekerja (pada orang lain/negara/swasta) dan mereka yang bekerja sendiri.
Dalam MSDM yang ingin ditelaah adalah karyawan (mereka yang menjual jasa-pikiran, tenaga dan waktu- kepada orang lain atau perusahaan. Disini terjadi sebuah ikatan atau kontrak mengenai hak dan kewajiban masing-masing.

Selasa, 27 Maret 2012

Dilematis kenaikan BBM

Sejak diumumkannya kenaikan harga BBM pada awal tahun 2012, baik pro maupun kontra kemudian menghiasi media masa. Dari sudut pro dan kontra, keduanya saling adu argumentasi. Dan ketika keduanya tidak mengalami titik temu, pada tanggal 27 Maret 2012 terjadi pengumpulan massa yang melakukan demo di daerah monas dan sekitarnya. Ribuan pasukan pengamanan dikerahkan untuk mengendalikan massa untuk menghindari aksi anarkis. Darisitu kemudian saya tertarik untuk mengemukakan pendapat saya terhadap kenaikan harga BBM yang diakibatkan oleh pengurangan subsidi yang dilakukan pemerintah.

Berikut adalah pemahaman yang saya tangkap dari sudut pandang pro dan sudut pandang kontra.

Kepada yang pro tentang kenaikan BBM sebesar Rp 1.500,00 (dari Rp 4.500,00 - Rp 6.000,00) :

  • Harga minyak MENTAH dunia yang sudah semakin mahal. Yang perlu dicatat adalah kata "MENTAH" , untuk mengolah minyak mentah menjadi premium dan solar membutuhkan dana lagi. Dan satu lagi, 1 barrel minyak mentah TIDAK SAMA dengan 1 barrel premium / solar.
  • Harga BBM kita adalah harga BBM yang paling murah dibandingkan negara-negara yang keadaannya lebih parah secara ekonomi dibandingkan kita. Bahkan harga BBM di negara lain mencapai Rp 10.000,00 / liter.
  • Subsidi BBM diindikasikan sebagai bengkaknya APBN.
  • Yang memanfaatkan atau menikmati subsidi BBM berdasarkan pengamatan yang dilakukan sebagian besar justru dinikmati oleh kalangan menengah ke atas
  • Harga BBM yang murah  ini hanya akan memberikan celah kepada mereka yang menyalahgunakan BBM bersubsidi untuk diselundupkan keluar negeri, karena harga di luar negeri lebih mahal dari harga di dalam negeri.

Kemudian dari sudut pandang kontra adalah sebagai berikut :
  • Memang harga BBM kita lebih murah apabila dibandingkan negara lain, tapi apakah harga tersebut sudah sesuai dengan daya beli masyarakat menengah ke bawah?
  • Kenaikan harga BBM memang tidak dapat dihindari, tapi kenaikan harga BBM hanya akan memberikan efek domino terhadap perekonomian nasional. Karena kenaikan harga BBM biasanya akan diikuti oleh kenaikan harga barang-barang terutama sembako.
  • Kenaikan harga BBM yang terlalu besar yakni Rp 1.500,00 / liter. Diperkirakan akan masuk trilyunan rupiah masuk kedalam APBN. Dan pertanyaannya apakah pemerintah mampu menjamin pengalokasian dana tersebut akan menghasilkan efisiensi? Rakyat butuh jaminan para penguasa untuk tidak menyalahgunakan dana sebesar itu untuk di korupsi.
  • Yang dipotong adalah biaya subsidi. Yang dipotong seharusnya adalah belanja negara yang TIDAK PENTING. Seperti studi banding yang tidak masuk akal dan kemewahan yang dinikmati oleh para petinggi. Apakah layak menikmati fasilitas yang begitu mewah di antara jeritan jutaan rakyat?

Sekali lagi saya mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara DEMOKRASI jadi dengan adanya pro dan kontra, menurut saya adalah hal yang sangat lumrah dan wajar-wajar saja. SELAMA demokrasi dengan disalahartikan menjadi DEMOCRAZY yang mengatasnamakan rakyat , membela rakyat dengan cara yang salah. Kekerasan dan tindak anarkis bukanlah hal heroik yang bisa dibanggakan. Ingatlah ketika kita merusak fasilitas umum, itu semua justru hanya akan membuat-buang uang rakyat. Ingat fasilitas umum itu didirikan dengan menggunakan uang rakyat.

Pengaruh Globalisasi Terhadap Nilai-nilai masyarakat di Indonesia

Di jaman seperti sekarang ini arus globalisasi sudah tidak dapat dipungkiri lagi telah merambah serta mempengaruhi sektor-sektor di setiap negara yang memiliki sistem ideologi terbuka. Beberapa sektor yang paling terasa imbasnya di jaman sekarang ini adalah sektor ekonomi, sektor tekhnologi, dan sektor sosial dan budaya.
Efek yang dirasakan dari adanya globalisasi selain dapat memberikan efek positif, globalisasi juga dapat memberikan efek negatif.

Misalkan saja dari sektor ekonomi telah ditunjukkan dengan adanya perdagangan internasional.
Perdagangan internasional merupakan proses tukar-menukar yang memungkinkan semua negara yang ada di belahan bumi ini untuk melakukan proses jual-beli antar sesama negara.

Efek positif dari perdagangan internasional adalah :
  • Kemungkinkan kita untuk mendapatkan harga barang yang lebih murah.
  • Efisiensi. Hal ini dikarenakan tiap negara memiliki keahlian yang berbeda dalam membuat barang sehingga diharapkan dengan adanya perdagangan internasional, tiap negara dapat berfokus pada keahliannya masing-masing.
  • Dapat memperkuat nilai tukar mata uang sendiri terhadap nilai tukar mata uang asing.
  • Persaingan akan memacu negara-negara untuk memproduksi barang yang berkualitas dan berguna bagi kehidupan manusia.
Efek negatif dari perdagangan internasional adalah :
  • Apabila suatu negara tidak memiliki keahlian dalam melakukan spesialisasi produk, maka negara tersebut akan dibanjiri oleh produk luar yang lebih murah dan berkualitas dibandingkan dengan produk nasional. Jangka pendeknya neraca perdagangan negara tersebut akan terus mengalami defisit, sedangkan efek jangka panjangnya negara tersebut akan "terjajah" secara ekonomi oleh negara lain.
  • Ketergantungan terhadap produk luar dapat membuat penduduk di negara tersebut memiliki motivasi yang rendah untuk menciptakan produk yang lebih baik lagi.
Sedangkan pengaruh globalisasi terhadap sektor tekhnologi akan memberikan efek positif

Dan sekarang pertanyaannya bagaimanakah pengaruh globalisasi terhadap sosial-budaya?
Globalisasi memiliki keunikan, perubahan-perubahan maupun pergeseran yang dialami oleh salah satu sektor pasti akan memberikan atau mempengaruhi terhadap sektor yang lain. Contohnya saja dengan adanya penemuan telepon genggam kemudian telepon genggam tersebut di perjualbelikan dalam perdagangan internasional lalu berikutnya kehidupan sosial dan budaya yang terjadi di masyarakat pun akan berubah, Contoh saja sebelum ditemukannya telepon genggam, untuk berinteraksi satu sama lain, kita perlu untuk bertatap muka. Namun setelah mewabahnya penggunaan telepon genggam di masyarakat, kini untuk tetap berinteraksi dengan orang lain, kita dapat melakukannya lewat telepon genggam.

Nah dari situ kita mendapatkan salah satu pengaruh globalisasi terhadap sosial-budaya.
Perubahan lain yang terjadi pada sosial-budaya adalah lifestyle atau yang lebih dikenal sebagai gaya hidup. Inilah yang paling signifikan dan paling mudah dilihat secara di masyarakat. Ketika kita melihat dunia fashion atau mode, semuanya itu berkiblat pada dunia Eropa yakni Paris. Dari situ akan mulai terbentuk masyarakat yang suka berperilaku kebaratbaratan (westernisasi). Setelah dari mode atau fashion, kemudian berpengaruh kepada cara bicara. Ini terlihat dari beberapa orang yang suka mencampuradukkan bahasa sendiri dengan bahasa luar. Malah ada yang fasih sekali berbahasa luar. Kemudian mengarah kepada makanan, kedatangan paradigma yang mengatakan bahwa makanan luar negeri lebih enak dibandingkan makanan lokal, kemudian berdirilah rumah makan yang menyediakan menu luar negeri.

Dari sini saya menarik kesimpulan bahwa :
Pengaruh globalisasi terhadap sosial budaya mengarah kepada westernisasi (berperilaku kebarat-baratan) yang kemudian menyebar pada beberapa bagian yakni gaya hidup, mode / cara berpakaian , dan bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi.

Senin, 28 November 2011

Bapak Koperasi Indonesia


Selain dikenal sebagai Wakil Presiden yang pertama yang kala itu menemani Bung Karno sebagai seorang Presiden pertama Republik Indonesia, Bung Hatta juga dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia. Bung Hatta dilahirkan di kota Bukittinggi, di tengah dataran tinggi Agam, Sumatera Barat tangal 12 Agustus 1902. Pemikiran-pemikirannya yang cerdas dan lugas, mampu mengangkat Koperasi Indonesia ke dalam jajaran yang dapat diperhitungkan. Beliau adalah figur yang sedikit bicara tetapi lebih banyak berbuat. Oleh karena itu, Bung Hatta tidak hanya disegani oleh rakyat Indonesia, tetapi juga oleh bangsa lain, terutama dalam era perjuangan kemerdekaan.

Setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 12 Juli 1947, pergerakan koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Hari ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia. Sebagai Bapak Koperasi Indonesia, Bung Hatta pernah berkata : bukan Koperasi namanya manakala di dalamnya tidak ada pendidikan tentang Koperasi.
Kongres Koperasi I menghasilkan beberapa keputusan penting, antara lain :
1.    mendirikan sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia ( SOKRI )
2.    menetapkan gotong royong sebagai asas koperasi
3.    menetapkan pada tanggal 12 Juli sebagai hari Koperasi

Perkembangan Koperasi di Indonesia

Konsep dari koperasi pada teorinya sangatlah bagus. Koperasi merupakan suatu sarana yang vital dalam perkembangan ekonomi. Namun amat disayangkan perkembangannya di Indonesia terkesan kurang, atau bahkan dapat saya katakan minim. Koperasi pada teorinya mampu menjadi salah satu roda penggerak ekonomi terutama di sektor mikro. Mengapa demikian? karena pada umumnya yang memanfaatkan koperasi ini adalah orang-orang menengah kebawah, dan mereka adalah tokoh utama yang mampu menggerakkan roda terutama pada sektor mikro. Koperasi bersifat simpan pinjam, dimana tujuan dari koperasi adalah dari anggota untuk anggota.
Walau sebegitu bagusnya pengaruh koperasi terhadap perekenomian, namun perkembangannya seperti macet dan tersendat. Bahkan yang terparah masyarakat yang berada pada sektor mikro tidak memanfaatkan adanya koperasi.
Berikut adalah beberapa faktor yang menyebabkan perkembangan koperasi di Indonesia belum berkembang pesat.

1. Minimnya pengetahuan masyarakat mikro tentang koperasi
- . Rendahnya pengetahuan dan informasi yang dimiliki masyarakat tentang koperasi memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan koperasi di Indonesia. Hal ini memiliki dampak masyarakat menjadi enggan untuk menjadi anggota koperasi karena tidak merasakan manfaat dari pentingnya sebuah koperasi.

2. Kalah bersaing dengan usaha retail lain.
-. Faktor yang kedua adalah koperasi kalah bersaing dengan usaha retail yang lebih maju dan lebih modern. Usaha retail ini memiliki cabang yang tersebar di segala penjuru, membuat koperasi kalah bersaing dengan mereka. Sehingga disini diperlukan inovasi-inovasi cerdas untuk membangkitkan koperasi, sehingga koperasi mampu bersaing dengan usaha retail lain.

3. Terbiasa dengan menggunakan jasa kreditur.
-. Faktor yang ketiga adalah masyarakat mikro sudah terbiasa dengan melakukan pinjaman kepada kreditur / leasing karena dianggap memiliki cicilan yang lebih rendah, walaupun apabila dikalkulasi justru memakan biaya yang lebih tinggi dari harga aslinya.

Demikian yang mampu saya jelaskan mengapa koperasi di Indonesia tidak dapat berkembang dengan pesat.

Kamis, 02 Juni 2011

Perbedaan Worker dan Staff


Worker adalah mereka yang bekerja sebagai tenaga kerja langsung (buruh atau pekerja lapangan) dan mungkin bekerjanya sewaktu ada project, memang worker lebih berat kerjanya bahkan system pembayarannya pun bisa sesuai dengan kerjanya yang berat .
Staff adalah mereka yang dalam Struktur Organisasi Perusahaan menjabat jabatan yang mempunyai kewajiban, tanggung jawab dan wewenang untuk membantu memikirkan melaksanakan kebijaksanaan perusahaan dalam usaha mencapai dan melancarkan kemajuan perusahaan.
Jika dilihat secara seksama worker itu biasanya adalah orang-orang yang bekerja dibagian itu tidak memerlukan kemampuan teknis, gaji dan upah lebih rendah dan biasanya upah yang diterima adalah upah per jam, produksi, dan harian seperti buruh.
Tapi untuk staf biasanya adalah pekerjaan yang memerlukan keahlian teknis, biasanya upah yang diterima adalah upah bulanan seperti customer service.
Adapun kriteria Staf adalah sebagai berikut:
Staff yang termasuk dalam golongan jabatan tertentu adalah mereka yang memiliki tanggung jawab sebagai pemikir, perencana, pelaksana dan pengendali jalannya perusahaan yang waktu kerjanya tidak dapat dibatasi menurut waktu kerja yang ditetapkan perusahaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Worker adalah mereka yang bekerja sebagai tenaga kerja langsung (buruh atau pekerja lapangan) dan mungkin bekerjanya sewaktu ada project, memang worker lebih berat kerjanya bahkan system pembayarannya pun bisa sesuai dengan kerjanya yang berat .

 Oleh karenanya dapat dikatakan bahwa staff memiliki pangkat lebih atas dibandingkan dengan worker.